Beranda Ogan Kemering Ilir Dataran Rendah Jadi Ancaman, Banjir Tahunan Hantui Desa Margo Bakti

Dataran Rendah Jadi Ancaman, Banjir Tahunan Hantui Desa Margo Bakti

8
0
BERBAGI

OGAN KOMERING ILIR, BERITAANDALAS.COM – Curah hujan tinggi kembali memicu banjir berulang yang merendam Desa Margo Bakti, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Peristiwa ini kembali menegaskan lemahnya sistem mitigasi bencana di wilayah dataran rendah yang berada di sekitar aliran anak Sungai Mesuji.

Berdasarkan pantauan di lapangan, ketinggian air mencapai 50 hingga 80 sentimeter. Genangan air masuk ke rumah-rumah warga dan menyebabkan aktivitas masyarakat terhenti sementara. Meski air terpantau relatif cepat surut, banjir yang terjadi secara berulang menimbulkan dampak sosial dan ekonomi bagi warga setempat.

Warga Desa Surya Adi, Kecamatan Mesuji, HM Toufik M.Si menyebut, kondisi geografis Desa Margo Bakti menjadi faktor utama terjadinya banjir. Desa tersebut berada di wilayah dataran rendah dan berdekatan langsung dengan aliran sungai, sehingga hujan deras dengan durasi panjang hampir selalu berujung banjir.

“Kalau hujan turun sehari semalam, banjir pasti datang. Ini bukan kejadian baru, tapi sudah berulang dari tahun ke tahun,” ujarnya, Kamis (8/1/2026).

Menurut Toufik, upaya penanganan banjir yang dilakukan selama ini masih bersifat reaktif dan belum menyentuh solusi mitigasi jangka panjang. Meski pemerintah daerah telah melakukan normalisasi sungai, langkah tersebut dinilai belum mampu menekan risiko banjir secara signifikan.

“Normalisasi sungai memang sudah dilakukan, tetapi belum menyelesaikan masalah. Kontur wilayah yang rendah membuat air tetap meluap ke pemukiman,” jelasnya.

Ia mendorong Pemerintah Kabupaten OKI untuk segera menyusun langkah mitigasi struktural dan nonstruktural, salah satunya melalui pembangunan kolam retensi atau tampungan air skala besar untuk menahan limpasan air hujan.

“Jika ada kolam retensi, air hujan bisa ditampung terlebih dahulu dan tidak langsung masuk ke pemukiman. Ini solusi jangka panjang,” tegasnya.

Selain itu, Toufik juga menekankan pentingnya pemetaan wilayah rawan banjir, penerapan sistem peringatan dini berbasis curah hujan, serta edukasi kebencanaan kepada masyarakat agar dampak banjir dapat diminimalkan.

Sementara itu, sebagai bentuk solidaritas antar desa, para kepala desa se-Kecamatan Mesuji melalui Forum Kades telah menyalurkan bantuan dana guna memenuhi kebutuhan darurat warga Desa Margo Bakti. Namun bantuan tersebut dinilai masih bersifat sementara dan belum menyentuh akar persoalan. (Ludfi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here