Beranda Musi Rawas Utara Ultimatum Keras Forum Masyarakat Plasma 2937: Buka Data Koperasi atau Hadapi Aksi...

Ultimatum Keras Forum Masyarakat Plasma 2937: Buka Data Koperasi atau Hadapi Aksi Warga

49
0
BERBAGI

MUSI RAWAS UTARA, BERITAANDALAS.COM – Forum Masyarakat Plasma 2937 secara resmi melayangkan ultimatum keras kepada kepala desa agar segera membuka data sembilan koperasi yang saat ini dikuasai pemerintah desa dan telah diserahkan kepada Tim Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Mereka menegaskan, masyarakat tidak akan lagi menunggu tanpa kepastian.

Ultimatum tersebut disampaikan menyusul pertemuan antara kepala desa dan ketua tim verifikasi yang digelar pada Rabu (13/1/2026).

Dalam pertemuan itu, Forum Masyarakat Plasma 2937 menilai kepala desa telah memegang data penting terkait sembilan koperasi, namun hingga kini masyarakat tidak diberi akses untuk mengetahui isi maupun keabsahan data tersebut.

Forum mempertanyakan sikap pemerintah desa yang dinilai tertutup serta lamban dalam menjelaskan status data plasma yang menyangkut hak masyarakat. Menurut mereka, ketidakjelasan ini telah menimbulkan keresahan dan kecurigaan di tengah warga.

Karena data berada di tangan kepala desa, masyarakat menegaskan memiliki hak penuh untuk mengetahui isi data, kejelasan kepemilikan, serta aliran dana yang berkaitan dengan pengelolaan plasma tersebut.

Ketua Forum Masyarakat Plasma 2937 Endar Susantra menyatakan secara tegas bahwa pihaknya tidak memiliki hubungan dengan sembilan koperasi yang dimaksud. Ia menegaskan forum hanya berfokus memperjuangkan hak masyarakat serta menuntut transparansi penuh terhadap data dan pengelolaan lahan plasma.

Forum juga menyampaikan ancaman tegas. Apabila dalam waktu dekat tuntutan mereka tidak digubris sejak ultimatum ini disampaikan, maka forum akan mengambil langkah nyata, antara lain mengambil alih dan mengelola lahan melalui KUD/Pakar Maur tanpa melibatkan perusahaan (PT), menuntut pengembalian dana yang diduga dirampas oleh sembilan koperasi selama tujuh tahun, serta mengerahkan satu barisan perjuangan masyarakat untuk menuntut hak atas plasma.

Forum menilai lambannya proses verifikasi dan ketertutupan data telah merugikan masyarakat selama bertahun-tahun. Mereka menegaskan, apabila pemerintah desa tetap tidak membuka data, maka forum siap turun langsung mengambil alih pengelolaan lahan. (Sin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here