Beranda Banyuasin Warga Rambutan Geger, Mayat Lansia Ditemukan di Persawahan Simpang Meritai

Warga Rambutan Geger, Mayat Lansia Ditemukan di Persawahan Simpang Meritai

66
0
BERBAGI

BANYUASIN, BERITAANDALAS.COM – Warga Desa Sungai Pinang, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria di area persawahan Simpang Meritai, Sabtu (28/2/2026) pagi.

Informasi yang dihimpun di lapangan, jasad tersebut pertama kali ditemukan sekitar pukul 09.20 WIB. Mendapat laporan warga, personel Polsek Rambutan yang dipimpin Kapolsek Iptu Harmoko SH MH langsung menuju lokasi sekitar pukul 09.40 WIB untuk memastikan kebenaran informasi.

Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 09.55 WIB, petugas menemukan mayat pria tanpa identitas mengapung di area persawahan. Saat ditemukan, korban mengenakan celana jeans biru tua dan baju batik biru tua.

Dari hasil penelusuran awal, polisi memperoleh informasi bahwa pihak keluarga sebelumnya telah melaporkan kehilangan anggota keluarganya. Korban diduga bernama Saripto Imam Sejati (67), lahir di Ponorogo pada 15 Juli 1958, berjenis kelamin laki-laki, beralamat di Kelurahan Talang Putri, Kecamatan Plaju, dengan pekerjaan buruh. Korban diketahui memiliki riwayat penyakit pikun.

Salah satu saksi yang dimintai keterangan yakni Jamaris (50), Kepala Dusun V Desa Sungai Pinang.

Sekitar pukul 10.30 WIB, jenazah dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan awal tim medis, korban diperkirakan berusia sekitar 67 tahun dengan panjang badan 167 cm.

Dokter pemeriksa menemukan kondisi tubuh korban telah mengalami pembusukan lanjut di seluruh bagian, dengan rambut yang mudah dicabut. Secara umum bentuk tubuh masih simetris, namun ditemukan robekan pada sudut bibir kiri dengan warna dasar pucat serta dislokasi pada tangan sebelah kiri. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Identitas korban semakin kuat setelah petugas mencocokkan sejumlah ciri fisik, antara lain bentuk jari telunjuk dan ibu jari kanan, struktur gigi, serta bentuk bahu yang sesuai dengan data dari keluarga.

“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Untuk surat keterangan resmi dari rumah sakit memang belum dapat diambil karena masih menunggu proses pemeriksaan secara menyeluruh,” ujar salah satu petugas di lokasi.

Hingga kini, penyebab pasti kematian korban masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Polsek Rambutan terus melakukan pendalaman sambil menunggu hasil pemeriksaan medis lengkap dari RS Bhayangkara. (Hera)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here