Beranda Penukal Abab Lematang Ilir PSI PALI Gelar Salat Istisqa, Heri Amalindo Ajak Warga Cegah Karhutla

PSI PALI Gelar Salat Istisqa, Heri Amalindo Ajak Warga Cegah Karhutla

77
0
BERBAGI

PENUKAL ABAB LEMATANG ILIR, BERITAANDALAS.COM – Hujan menjadi sesuatu yang dirindukan masyarakat Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) di tengah kondisi kemarau dan cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah. Kondisi lahan yang semakin kering juga meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Merespons kondisi tersebut, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten PALI menggelar salat Istisqa, atau salat memohon hujan, bertempat di halaman SKP (Solidaritas Kuliner PALI) PSI PALI, Jalan Lingkar Handayani Mulia, Selasa (25/8/2026).

Salat Istisqa tersebut dihadiri langsung Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Sumatera Selatan, Dr. Ir. H. Heri Amalindo MM, yang juga merupakan mantan Bupati PALI dua periode.

Dalam suasana khidmat, Heri Amalindo bersama para jamaah menunaikan salat istisqa dan memanjatkan doa agar Allah Subhanahu Wa Ta’ala segera menurunkan hujan yang bermanfaat serta membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat PALI.

Heri Amalindo mengatakan, pelaksanaan salat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar bersama di tengah kondisi kemarau. Menurutnya, manusia harus terus berusaha sekaligus mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala melalui doa dan ibadah.

“Salat Istisqa ini merupakan ikhtiar kita bersama untuk memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar segera menurunkan hujan, khususnya di Kabupaten PALI. Allah maha pengasih dan maha penyayang, kepadanya tempat kita bergantung. Kita berharap hujan yang turun nantinya membawa manfaat dan keberkahan bagi seluruh masyarakat PALI,” ujar Heri.

Ia menilai kondisi kemarau perlu menjadi perhatian bersama karena tidak hanya berdampak pada ketersediaan air, tetapi juga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran lahan.

Karena itu, Heri mengingatkan masyarakat, khususnya para pemilik lahan, agar tidak melakukan pembakaran untuk membuka maupun membersihkan lahan. Kondisi semak belukar dan lahan yang kering, sangat mudah terbakar sehingga diperlukan kewaspadaan ekstra.

“Jangan melakukan pembakaran lahan. Saat kondisi kering seperti sekarang, api sangat mudah menyebar dan bisa merugikan banyak orang. Mari kita sama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran,” tegasnya.

Selain mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan, Heri juga meminta seluruh kader PSI di kabupaten dan kota se-Sumatera Selatan ikut mengambil peran dalam menghadapi dampak kemarau.

Ia berharap kader PSI dapat menjadi pelopor dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan karhutla sekaligus membantu warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

“Saya berharap seluruh kader PSI bisa hadir di tengah masyarakat. Jadilah pelopor dalam mengedukasi warga untuk mencegah kebakaran. Kalau ada masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih, kader juga harus ikut membantu dan berkoordinasi untuk menyalurkan bantuan,” katanya.

Menurut Heri, menghadapi musim kemarau tidak cukup hanya dengan berdoa. Ikhtiar nyata, kepedulian, dan semangat gotong royong juga harus dilakukan agar dampak kekeringan dapat diminimalkan.

“Kita terus berdoa, tetapi kita juga harus bergerak. Jaga lingkungan, cegah kebakaran, dan bantu masyarakat yang membutuhkan. Mudah-mudahan Allah Subhanahu Wa Ta’ala segera menurunkan hujan yang cukup bagi PALI,” tuturnya.

Kegiatan salat Istisqa yang digelar DPD PSI PALI berlangsung dengan khidmat. Para jamaah bersama-sama memanjatkan doa agar kemarau segera berakhir dan hujan turun membawa manfaat bagi masyarakat. (HF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here