OGAN KOMERING ILIR, BERITAANDALAS.COM – Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Ir. Rahmat, memberikan pengarahan strategis dalam rangka penguatan kinerja kepada seluruh jajaran di Kantor Pertanahan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
Kegiatan tersebut berlangsung di ruang rapat Kantor Pertanahan Kabupaten OKI dan dihadiri oleh para pejabat struktural serta pegawai di lingkungan kantor tersebut.
Dalam kesempatan itu, Kakanwil BPN Sumsel menegaskan pentingnya membangun budaya kerja yang profesional, responsif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Ia menilai, peningkatan kualitas pelayanan pertanahan harus menjadi prioritas utama seluruh jajaran agar kepercayaan masyarakat terhadap institusi terus meningkat.
Pengarahan yang diberikan juga membahas berbagai program dan kegiatan yang tengah berjalan di lingkungan Kantor Pertanahan Kabupaten OKI. Tidak hanya terkait pelayanan rutin pertanahan, pertemuan tersebut turut menyoroti pelaksanaan berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) yang menjadi fokus pemerintah dan memerlukan dukungan penuh dari seluruh unsur pertanahan di daerah.
Menurut Ir. Rahmat, keberhasilan pelaksanaan program strategis tidak hanya ditentukan oleh capaian administrasi, tetapi juga oleh soliditas kerja tim dan kemampuan aparatur dalam memberikan pelayanan yang cepat, tepat, serta akuntabel. Oleh karena itu, ia meminta seluruh pegawai untuk terus meningkatkan kapasitas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.
Selain memberikan arahan strategis, Kakanwil BPN Sumsel juga melakukan pembinaan kepada seluruh pegawai Kantor Pertanahan Kabupaten OKI. Dalam pembinaannya, ia menekankan pentingnya menjaga integritas, memperkuat koordinasi internal, dan meningkatkan kedisiplinan kerja di setiap lini pelayanan.
Ia juga mengingatkan agar seluruh jajaran tidak cepat berpuas diri terhadap capaian yang telah diraih. Menurutnya, evaluasi dan pembenahan di berbagai sektor harus terus dilakukan secara berkelanjutan guna menciptakan sistem pelayanan pertanahan yang semakin efektif dan efisien.
Suasana pengarahan berlangsung interaktif dengan adanya diskusi terkait tantangan dan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas di lapangan. Momentum tersebut menjadi wadah bagi pegawai untuk menyampaikan masukan sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mendukung program kerja Kementerian ATR/BPN. (Ludfi)


































