KARAWANG, BERITAANDALAS.COM – Ditengah tuntutan era serba cepat, pelayanan publik dituntut beradaptasi menjadi lebih sederhana, transparan, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat. Transformasi tersebut kini mulai diwujudkan dalam layanan pertanahan melalui digitalisasi lewat aplikasi Sentuh Tanahku serta program PELATARAN (Pelayanan Tanah Akhir Pekan). Inovasi ini perlahan mengubah persepsi masyarakat bahwa urusan pertanahan tidak lagi identik dengan proses yang rumit dan melelahkan.
Bagi sebagian masyarakat, pengurusan dokumen pertanahan selama ini kerap diasosiasikan dengan antrean panjang dan birokrasi yang berbelit. Namun, pengalaman berbeda dirasakan Angelita (30) saat mengurus sertipikat tanahnya.
Ia mengaku merasakan langsung kemudahan yang dihadirkan melalui inovasi layanan pertanahan, yang mampu memangkas proses administratif sekaligus memberikan fleksibilitas waktu bagi masyarakat dengan mobilitas tinggi.
Saat mengunjungi Kantor Pertanahan Kabupaten Karawang pada hari Sabtu (30/5/2026), Angelita melihat secara langsung efektivitas layanan PELATARAN. Kemudahan tersebut semakin terasa dengan dukungan aplikasi Sentuh Tanahku yang mempermudah akses informasi pertanahan secara digital.
“Kalau dulu dengar kata birokrasi rasanya sudah berat duluan. Tapi disini saya belajar dan merasakan langsung bahwa sekarang jauh lebih baik. Dengan Sentuh Tanahku kita bisa melihat prosesnya, dan layanan Sabtu seperti ini benar-benar membantu,” ujar Angelita.
Pengalaman Angelita menggunakan layanan digital pertanahan bermula ketika ia berencana membeli rumah. Sebagai calon pembeli, ia ingin memastikan legalitas dokumen pertanahan sebelum melakukan transaksi guna menghindari potensi sengketa atau persoalan hukum di kemudian hari. Dari kebutuhan tersebut, ia mengenal aplikasi Sentuh Tanahku yang kemudian menjadi pintu masuknya untuk memanfaatkan berbagai layanan pertanahan berbasis digital.
“Saat mau beli rumah, saya ingin tahu dulu apa saja yang harus dicek dari dokumen-dokumennya agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Lalu saya mengetahui BPN memiliki aplikasi Sentuh Tanahku, jadi langsung saya unduh. Proses verifikasinya juga cepat, selesai pada hari yang sama,” tuturnya.
Melalui aplikasi tersebut, Angelita dapat mengakses berbagai fitur yang membantunya memahami informasi pertanahan secara mandiri. Fitur Sertipikatku memudahkannya melakukan pengecekan sertipikat, sedangkan fitur Cari Bidang membantu melihat lokasi bidang tanah secara lebih akurat. Kehadiran teknologi ini memungkinkan masyarakat memperoleh informasi pertanahan secara langsung tanpa harus bergantung sepenuhnya pada layanan manual.
Kombinasi layanan digital melalui Sentuh Tanahku dan layanan tatap muka yang lebih fleksibel melalui PELATARAN menjadi wujud nyata transformasi layanan Kementerian ATR/BPN yang semakin sederhana, mudah diakses, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Ngapain ambil antrean di hari biasa kalau hari Sabtu bisa? Hari kerja kan kita juga harus bekerja. Dengan layanan Sabtu seperti ini jadi lebih fleksibel,” katanya.
Menurut Angelita, inovasi pelayanan publik yang baik adalah inovasi yang mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Ia berharap kualitas layanan yang telah berjalan saat ini dapat terus dipertahankan dan dikembangkan seiring kemajuan teknologi.
“Menurut saya semuanya sudah bagus. Tinggal dipertahankan saja dan terus mengikuti perkembangan teknologi. Saya benar-benar suka dengan pelayanan seperti ini. I love ATR/BPN,” pungkasnya. (*)


































