Beranda Musi Rawas Utara Bupati Muratara Tanggung Jawab Atasi Krisis Air Bersih, Sumur Dalam Direncanakan pada...

Bupati Muratara Tanggung Jawab Atasi Krisis Air Bersih, Sumur Dalam Direncanakan pada 2027

19
0
BERBAGI

MUSI RAWAS UTARA, BERITAANDALAS.COM – Bupati Musi Rawas Utara (Muratara) H. Devi Suhartoni (HDS) menegaskan tanggung jawabnya sebagai kepala daerah dalam mengatasi krisis air bersih yang melanda masyarakat akibat musim kemarau panjang dan pencemaran sungai yang diduga berkaitan dengan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

Kondisi tersebut semakin menyulitkan warga dalam memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Aliran Sungai Rawas dan Sungai Rupit dilaporkan mengalami kekeruhan, sehingga masyarakat menghadapi kendala dalam memperoleh sumber air yang layak digunakan.

Menanggapi situasi tersebut, Devi Suhartoni menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Ia mengakui bahwa pemerintah daerah belum mampu menyelesaikan persoalan PETI di wilayah hulu sungai maupun memenuhi kebutuhan air bersih seluruh warga secara merata.

“Saya tidak mencari alasan dan tidak menyalahkan siapa pun. Ini tanggung jawab saya sebagai Bupati,” tegas Devi Suhartoni, Ahad (25/10/2026).

Ia menjelaskan, terdapat dua persoalan utama yang masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah. Pertama, upaya penertiban aktivitas PETI di hulu sungai belum membuahkan hasil maksimal, sehingga kondisi Sungai Rawas dan Sungai Rupit masih menjadi perhatian. Kedua, penyediaan air bersih bagi masyarakat belum dapat dilakukan secara menyeluruh, terutama di tengah musim kemarau yang berkepanjangan.

Sebagai langkah penanganan jangka pendek, Bupati mengimbau masyarakat untuk saling membantu dengan berbagi akses air dari sumur bersih yang tersedia di desa masing-masing. Menurutnya, sejumlah desa telah memiliki sumur dalam yang dapat dimanfaatkan bersama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sementara itu, untuk solusi jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Muratara merencanakan penganggaran pembangunan sumur dalam secara lebih luas pada 2027. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap sumber air bersih, khususnya ketika musim kemarau melanda.

Devi Suhartoni menyadari bahwa masyarakat membutuhkan langkah nyata untuk menyelesaikan persoalan tersebut, bukan sekadar janji atau pernyataan.

“Saya sadar telah mengecewakan harapan masyarakat terkait kisruh air Sungai Rawas dan Rupit yang kotor akibat PETI. Namun, saya akan terus berusaha menyelesaikan permasalahan ini secara baik dan adil,” pungkasnya. (Sin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here