MUSI RAWAS UTARA, BERITAANDALAS.COM – Warga Desa Batu Kucing, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) meminta pemerintah kabupaten setempat segera memperbaiki jembatan gantung yang putus dan mengalami kerusakan berat akibat banjir pada 7 sampai 12 Mei 2026, tepatnya pada 11 Mei 2026.
Jembatan sepanjang 130 meter tersebut mengalami kerusakan berat sehingga aktivitas warga setempat lumpuh. Hingga kini, jembatan itu belum diperbaiki.
Kondisi tersebut mengakibatkan warga sekitar mengalami kesulitan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Warga desa setempat masih menunggu kepastian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muratara terkait perbaikan jembatan yang putus akibat banjir besar pada 11 Mei 2026 tersebut.
Hingga kini, jembatan yang melintasi Sungai Rawas itu belum juga diperbaiki sehingga tidak dapat dilalui masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sebagian fondasi jembatan telah ambrol dan terbawa arus Sungai Rawas.
Sisa struktur jembatan yang masih ada tampak menggantung di tepi sungai, sementara bagian fondasi lainnya tertimbun di dasar aliran sungai.
Akibat kerusakan tersebut, jembatan yang sebelumnya menjadi jalur penghubung penting bagi warga desa setempat kini tidak lagi dapat digunakan.
Salah seorang warga setempat, Tino (37) mengatakan, jembatan tersebut putus saat banjir besar melanda wilayah Kecamatan Rawas Ilir pada 12 Mei 2026.
“Waktu banjir besar itu, bukan hanya jembatan yang rusak, tetapi ada juga rumah warga yang ikut rusak,” kata Tino, Selasa (12/5/2026).
Ia mengaku luapan air Sungai Rawas bahkan sempat mencapai teras rumah warga. Kondisi lebih parah terjadi pada rumah-rumah warga yang berada sekitar 50 meter dari lokasi jembatan gantung, karena air masuk ke dalam rumah.
Menurut Tino, keberadaan jembatan gantung tersebut sangat penting bagi aktivitas masyarakat karena menjadi akses penghubung antarwilayah, bahkan lintas kecamatan.
Sejak jembatan gantung mengalami kerusakan, warga terpaksa menggunakan perahu untuk beraktivitas. Akibatnya, mereka harus mengeluarkan biaya setiap hari untuk menyeberangi sungai.
“Kami berharap jembatan ini secepatnya dibangun kembali agar aktivitas warga bisa normal seperti dulu. Sebab, jembatan gantung tersebut merupakan sarana penting bagi warga Desa Batu Kucing,” ujarnya.
Terpisah, Bupati Muratara, H. Devi Suhartoni melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Muratara, Zazili S.Sos, menyampaikan harapannya terkait rencana perbaikan jembatan gantung tersebut.
Zazili mengatakan masyarakat Desa Batu Kucing, khususnya warga yang terdampak kerusakan jembatan, diharapkan bersabar. Pihak Pemkab Muratara terus berupaya dan berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat agar pembangunan atau perbaikan jembatan gantung di Desa Batu Kucing dapat segera direalisasikan pada 2027 mendatang. (Sin)




































