Beranda Ogan Ilir Cegah Bullying dan Dukung Kesehatan Mental Anak, Prodi BK UNSRI Gandeng Para...

Cegah Bullying dan Dukung Kesehatan Mental Anak, Prodi BK UNSRI Gandeng Para Ibu

27
0
BERBAGI

OGAN ILIR, BERITAANDALAS.COM – Upaya mencegah bullying sekaligus memperkuat kesehatan mental anak perlu dimulai dari lingkungan terdekat, yakni keluarga. Menyadari pentingnya peran tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwijaya (FKIP UNSRI), memberdayakan para ibu di Desa Palem Raya, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sabtu (5/9/2026).

Kegiatan bertajuk ‘Pemberdayaan Ibu dalam Edukasi Anti-Bullying melalui Konseling Dasar untuk Mendukung Kesehatan Mental Anak di Desa Palem Raya’ tersebut berlangsung di Masjid Hj. Syariah, Desa Palem Raya. Kegiatan bertujuan meningkatkan pemahaman para ibu mengenai bullying, sekaligus membekali mereka dengan kemampuan dasar dalam merespons dan mendampingi anak, baik ketika menjadi korban maupun pelaku bullying.

Tim PkM diketuai Nur Wisma S.Pd.I M.Pd dengan anggota Dr. Yosef MA, Rani Mega Putri M.Pd Kons., Silvia AR M.Pd, Sigit Dwi Sucipto M.Pd, dan Yola Eka Putri M.Pd Kons.

Pelaksanaan kegiatan turut didukung enam mahasiswa Program Studi BK, yakni Elsa Julianti, Khusnul Neva, Syawallina Khoirunisa, Aghniyah Nawfalah, Callysta Putri Adyra, dan Arif Juanda.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan Ketua RT Desa Palem Raya, Kating Saryan M.Si. Ia menyampaikan apresiasi dan rasa haru atas perhatian Universitas Sriwijaya terhadap masyarakat Desa Palem Raya, khususnya para ibu.

“Saya merasa terharu dan sangat berterima kasih karena Prodi BK FKIP UNSRI hadir dan memberikan perhatian kepada ibu-ibu di desa kami. Kegiatan seperti ini sangat berarti karena memberikan pengetahuan yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan keluarga, terutama dalam memahami dan mendampingi anak,” ungkap Kating Saryan.

Selanjutnya, kegiatan dibuka secara resmi oleh Rani Mega Putri M.Pd Kons selaku Sekretaris Departemen Ilmu Pendidikan FKIP Universitas Sriwijaya.

Dalam sambutannya, Rani menjelaskan bahwa kegiatan PkM tersebut merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam memberikan edukasi sekaligus memberdayakan masyarakat.

Menurutnya, ibu memiliki posisi yang sangat strategis dalam kehidupan anak. Karena itu, peningkatan kapasitas orang tua menjadi bagian penting dalam upaya menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak.

“Kegiatan ini kami laksanakan karena ibu memiliki posisi yang sangat strategis dalam kehidupan anak. Melalui kegiatan ini, kami berharap para ibu tidak hanya memahami apa itu bullying, tetapi juga mampu mengenali tanda-tanda ketika anak mengalami masalah, baik sebagai korban maupun pelaku, serta mengetahui bagaimana memberikan respons dan pendampingan yang tepat,” jelas Rani.

Ia juga menekankan bahwa pencegahan bullying tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan keterlibatan keluarga, sekolah, dan masyarakat secara bersama-sama.

Sebanyak 20 ibu Desa Palem Raya mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi UNSRI dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Good Health and Well-being melalui penguatan perhatian terhadap kesehatan mental anak serta SDG 4: Quality Education melalui peningkatan pengetahuan dan kapasitas orang tua dalam mendampingi perkembangan anak.

Sesi pertama menghadirkan Dr. Yosef MA, yang menyampaikan materi bertajuk ‘Rumahku Tempat Aman Anakku: Memahami Kesehatan Mental dan Membangun Keluarga yang Aman’.

Dalam materi tersebut, para ibu diajak memahami pentingnya kesehatan mental anak serta peran pola asuh dan lingkungan keluarga dalam mendukung tumbuh kembang dan kesejahteraan anak.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga diberikan ruang untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai hubungan orang tua dengan anak.

Salah satu peserta, Bu Rani misalnya, menceritakan pengalaman mengenai anak laki-lakinya yang kini sudah jarang berkabar, meskipun ketika kecil memiliki kedekatan dengannya.

Pengalaman tersebut kemudian menjadi bagian dari diskusi mengenai pentingnya menjaga hubungan emosional antara orang tua dan anak, termasuk membangun komunikasi yang terbuka agar anak merasa nyaman untuk bercerita.

Sesi berikutnya diisi Sigit Dwi Sucipto M.Pd melalui materi ‘Rumah Aman, Anak Nyaman: Peran Ibu Mencegah Anak Menjadi Korban maupun Pelaku Bullying’.

Sigit menekankan pentingnya kepekaan orang tua dalam melihat perubahan perilaku anak. Menurutnya, tidak semua anak mampu mengungkapkan secara langsung ketika mengalami persoalan.

“Anak tidak selalu bercerita ketika terluka. Kadang, perilakunya adalah cerita yang tidak terucapkan.”

Pesan tersebut mengajak para ibu untuk tidak hanya mendengar ketika anak berbicara, tetapi juga membaca perubahan sikap dan perilaku yang mungkin menjadi tanda bahwa anak sedang menghadapi persoalan.

Penyampaian materi berlangsung hangat dan komunikatif. Para ibu aktif mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman mengenai berbagai persoalan yang dihadapi anak dalam kehidupan sehari-hari.

Salah seorang peserta, Bu Tari, menceritakan pengalaman ketika anaknya pernah mencubit teman setelah bekal makanan miliknya terkena tumpahan kuah sayur.

Menanggapi pengalaman tersebut, Sigit menjelaskan bahwa situasi itu merupakan konflik antaranak yang perlu disikapi secara tepat. Ia juga mengapresiasi keberanian Bu Tari mengakui bahwa anaknya melakukan kesalahan.

Sikap tersebut dinilai penting karena dapat menjadi langkah awal dalam mengajarkan anak untuk memahami kesalahan, bertanggung jawab atas perilakunya, sekaligus belajar menyelesaikan konflik secara sehat.

Kegiatan PkM Prodi BK FKIP UNSRI mendapat respons positif dari masyarakat. Salah seorang peserta menyampaikan terima kasih kepada tim karena telah memilih ibu-ibu sebagai sasaran utama kegiatan dan menghadirkan materi yang dinilai memiliki manfaat langsung bagi kehidupan keluarga.

Para peserta juga berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan dengan melibatkan para bapak. Dengan demikian, pemahaman mengenai kesehatan mental anak dan pencegahan bullying dapat menjadi perhatian bersama di dalam keluarga.

Antusiasme peserta menunjukkan bahwa edukasi mengenai bullying dan kesehatan mental anak memiliki relevansi yang kuat dengan kebutuhan masyarakat.

Lebih dari sekadar memberikan pengetahuan, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para ibu untuk berbagi pengalaman, mengidentifikasi persoalan yang dihadapi anak, sekaligus mendiskusikan cara menghadapi berbagai situasi dalam proses tumbuh kembang anak.

Melalui kegiatan PkM tersebut, Tim Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Sriwijaya berharap para ibu di Desa Palem Raya semakin memahami bahwa keluarga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan mental anak dan mencegah bullying.

Rumah diharapkan bukan sekadar tempat tinggal, melainkan menjadi ruang aman bagi anak untuk bercerita, mendapatkan dukungan, belajar memahami emosi, serta menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Universitas Sriwijaya dalam menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui penguatan kapasitas keluarga dan penciptaan lingkungan sosial yang mendukung tumbuh kembang anak agar sehat, aman, dan berdaya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here