Beranda Ogan Kemering Ilir Peluang Kerja ke Jepang, 150 Peserta Ikuti Seleksi Ketat di OKI

Peluang Kerja ke Jepang, 150 Peserta Ikuti Seleksi Ketat di OKI

8
0
BERBAGI

OGAN KOMERING ILIR, BERITAANDALAS.COM – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) menggelar seleksi program pemagangan ke Jepang tahun anggaran 2026.

Kegiatan ini resmi dibuka pada Senin (2/11/2026), dan dijadwalkan berlangsung hingga 6 November 2026.

Dalam laporannya, Kepala Disnakertrans OKI Antonio Romadhon mengatakan, bahwa kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi dan kapasitas para peserta. Untuk itu, proses seleksi pemagangan ke Jepang dilaksanakan dengan sistem gugur yang ketat. Setiap peserta harus melewati sejumlah tahapan tes untuk bisa dinyatakan lolos.

“Adapun jadwal pelaksanaan seleksi, yakni pada 2 November 2026 diawali dengan pembukaan resmi dan dilanjutkan tes matematika dasar. Kemudian, 3 November 2026 dilaksanakan tes fisik yang meliputi lari, push-up, dan sit-up, serta dilanjutkan dengan tes kesamaptaan,” ujar Antonio dihadapan peserta dan tamu undangan yang hadir di RRBS II.

Selanjutnya pada 4-6 November 2026, peserta akan mengikuti tahapan tes wawancara. Antonio menambahkan, jumlah peserta yang mengikuti seleksi program pemagangan ke Jepang tahun ini mencapai 150 orang. Mereka tidak hanya berasal dari Kabupaten OKI, tetapi juga dari sejumlah daerah lainnya.

“Sebanyak 50 orang merupakan putra daerah Kabupaten OKI, 8 orang dari Kota Palembang, 47 orang dari OKI, 17 orang dari Lampung, 2 orang dari Bengkulu, 14 orang dari OKU Timur, 6 orang dari Prabumulih, 5 orang dari Lahat, dan 1 orang dari Padang Provinsi Sumatera Barat,” ungkap Antonio.

Sementara itu, perwakilan IM Japan, Agus Pramuji, menyampaikan bahwa program pemagangan ke Jepang telah berjalan selama kurang lebih 33 tahun, sejak 1993. Program tersebut telah melahirkan lebih dari 55.000 alumni yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Alhamdulillah, hingga saat ini kami belum menerima informasi adanya peserta asal OKI yang banyak bermasalah. Artinya, selama ini semuanya berjalan dengan baik. Ini merupakan prestasi yang harus dipertahankan. Nantinya, di Jepang, kalian akan bersaing dengan peserta dari negara lain, seperti Vietnam dan Thailand. Karena itu, tunjukkan kemampuan terbaik dan jaga nama baik bangsa,” ujar Agus Pramuji.

Ia juga menambahkan bahwa banyak alumni program pemagangan tersebut yang kini sukses menjadi pengusaha nasional dengan jumlah karyawan mencapai ratusan orang. Selain itu, tidak sedikit pula alumni yang bekerja di perusahaan Jepang di Indonesia, bahkan berhasil menduduki posisi strategis hingga tingkat supervisor dan asisten manajer.

“Program pemagangan ke Jepang ini merupakan salah satu bentuk kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang melalui IM Japan. Program ini bertujuan memperluas wawasan budaya, meningkatkan daya saing, serta membuka peluang pengembangan karier di dunia kerja global bagi generasi muda Indonesia,” jelasnya.

Dengan dibukanya seleksi ini, lanjut dia, diharapkan akan lahir generasi muda Kabupaten OKI yang memiliki kompetensi dan kesiapan untuk bersaing di dunia kerja internasional.

Sekda OKI Asmar Wijaya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program tersebut. Ia menegaskan bahwa pemagangan ke Jepang bukan sekadar kesempatan untuk bekerja di luar negeri, melainkan juga peluang untuk belajar, meningkatkan keterampilan, membangun kedisiplinan, menerapkan etos kerja ala Jepang, serta membentuk karakter yang lebih baik.

“Jangan hanya memiliki cita-cita untuk berangkat ke Jepang, tetapi harus disertai keinginan yang kuat untuk belajar. Ikuti seluruh tahapan seleksi dengan jujur dan percaya pada kemampuan diri sendiri. Tidak ada jalur titipan, semua peserta harus lolos secara murni sesuai standar yang telah ditetapkan,” tegas Sekda. (Ludfi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here