JAKARTA, BERITAANDALAS.COM – Harapan Timnas Indonesia U-23 untuk mengangkat trofi Mandiri Cup 2025 pupus di tangan Vietnam U-23. Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Selasa (28/7/2025) malam, skuad Garuda Muda yang diasuh Gerald Vanenburg harus mengakui keunggulan Vietnam dengan skor tipis 0-1.
Laga final ini berlangsung dengan tensi tinggi sejak peluit babak pertama dibunyikan. Bermain di depan ribuan suporter merah putih yang memadati SUGBK, Indonesia tampil dengan formasi 4-4-2 dan mencoba mendominasi jalannya pertandingan.
Namun, kerasnya duel membuat dua pemain Indonesia, R. Hannan (11’) dan Kadek Arel (14’), harus menerima kartu kuning. Sementara itu, Vietnam juga tak luput dari hukuman serupa melalui L. Đ. Phạm pada menit ke-32.
Meski Indonesia tampil lebih dominan dengan penguasaan bola mencapai 59 persen dan mencatatkan 206 operan dengan akurasi 87 persen, peluang emas tetap gagal dikonversi menjadi gol. Pada menit ke-28, Hannan nyaris memecah kebuntuan lewat tendangan kerasnya, namun bola berhasil ditepis oleh kiper Vietnam, Tran Trung Kien. Tak lama berselang, Reyhan juga mencoba peruntungan, tetapi kembali digagalkan penjaga gawang lawan.
Petaka datang pada menit ke-38. Kesalahan antisipasi lini belakang Indonesia membuat bola liar jatuh di kaki Cong Phuong Nguyen, yang dengan dingin melepaskan tendangan ke pojok kiri gawang Ardiansyah. Skor 0-1 bertahan hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, tempo pertandingan semakin panas. Vietnam kembali diganjar kartu kuning melalui A. Q. Võ pada menit ke-54. Garuda Muda terus mencoba membalas lewat serangan bertubi-tubi, namun rapatnya lini pertahanan Vietnam membuat Indonesia gagal mencetak gol penyeimbang.
Menjelang akhir laga, atmosfer kian memanas. Pemain dan ofisial Vietnam sempat terlihat mengulur waktu, memancing emosi pemain Indonesia. Sayang, hingga peluit panjang dibunyikan, skor 0-1 tak berubah.
Dengan hasil ini, Vietnam U-23 dinobatkan sebagai juara Mandiri Cup 2025. Meski gagal meraih trofi, Garuda Muda tetap mendapat apresiasi dari para suporter atas permainan penuh semangat dan determinasi sepanjang turnamen. (Ludfi)


































