Beranda Ogan Kemering Ilir Tiga Jembatan di Kecamatan Mesuji Rusak Berat Diterjang Banjir, Material Hanyutan Perparah...

Tiga Jembatan di Kecamatan Mesuji Rusak Berat Diterjang Banjir, Material Hanyutan Perparah Kerusakan

33
0
BERBAGI

OGAN KOMERING ILIR, BERITAANDALAS.COM – Banjir yang terjadi pada Rabu (22/4/2026) menyebabkan kerusakan berat pada sedikitnya tiga jembatan di Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Tingginya debit air yang memicu luapan sungai, ditambah derasnya arus serta material hanyutan yang terbawa banjir, berdampak terhadap sejumlah bagian konstruksi jembatan di wilayah tersebut.

Tiga jembatan yang dilaporkan mengalami kerusakan masing-masing berada di Desa Kali Deras dengan panjang sekitar 20 meter, Desa Sido Basuki dengan panjang sekitar 25 meter, serta Desa Mekar Wangi dengan panjang sekitar 9 meter.

Ketiga jembatan tersebut mengalami kerusakan setelah terdampak derasnya arus banjir dan benturan material yang terbawa aliran air.

Arus Deras dan Material Hanyutan Rusak Konstruksi

Berdasarkan keterangan Camat Mesuji, kepala desa terkait, serta laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten OKI melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB), tingginya debit air menyebabkan aliran sungai meluap dan meningkatkan tekanan arus di sekitar jembatan.

Material hanyutan yang terbawa arus kemudian menumpuk dan berbenturan dengan bagian konstruksi. Kondisi tersebut turut memperbesar tekanan terhadap infrastruktur hingga menyebabkan kerusakan pada sejumlah bagian jembatan.

Kondisi ketiga jembatan saat ini menjadi perhatian karena infrastruktur tersebut berfungsi sebagai salah satu akses penghubung bagi masyarakat di wilayah Kecamatan Mesuji.

Tiga Desa Terdampak, Mobilitas Warga Terancam

Kerusakan pada jembatan di Desa Kali Deras, Desa Sido Basuki, dan Desa Mekar Wangi berpotensi menghambat mobilitas masyarakat, terutama apabila kerusakan membuat akses tidak dapat dilalui secara normal.

Dampaknya dapat dirasakan dalam berbagai aktivitas masyarakat, termasuk akses menuju fasilitas pendidikan, pelayanan publik, distribusi kebutuhan sehari-hari, serta kegiatan perekonomian.

Kecamatan Mesuji tercatat memiliki jumlah penduduk sekitar 45.270 jiwa berdasarkan data penduduk tahun 2024. Dengan jumlah tersebut, keberadaan infrastruktur penghubung yang aman dan layak menjadi bagian penting dalam menunjang aktivitas masyarakat.

Kerusakan yang tidak segera ditangani juga dikhawatirkan dapat berkembang lebih parah, terutama apabila kembali terjadi peningkatan debit air atau banjir susulan.

Warga Harapkan Penanganan Segera

Hingga berita ini diturunkan, berdasarkan keterangan yang diterima dari pihak kecamatan, pemerintah desa, serta BPBD Kabupaten OKI melalui Pusdalops-PB, belum terdapat tindak lanjut penanganan terhadap ketiga jembatan yang mengalami kerusakan tersebut.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten OKI segera melakukan koordinasi dengan instansi teknis terkait untuk memastikan kondisi masing-masing jembatan serta tingkat kerusakan yang terjadi.

Selain penanganan di tingkat daerah, pemerintah kabupaten diharapkan dapat memfasilitasi pengusulan penanganan dan perbaikan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan maupun Pemerintah Pusat sesuai kewenangan dan kebutuhan berdasarkan hasil kajian teknis di lapangan.

Jangan Sampai Akses Masyarakat Terputus

Penanganan ketiga jembatan dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan akses masyarakat di Kecamatan Mesuji.

Selain perbaikan konstruksi, kondisi material hanyutan yang berpotensi kembali mengganggu aliran air juga perlu menjadi perhatian dalam penanganan di lapangan. Pemeriksaan teknis diperlukan untuk menentukan langkah yang tepat, termasuk pengamanan lokasi apabila terdapat bagian jembatan yang dinilai membahayakan pengguna.

Masyarakat berharap pemerintah tidak menunggu hingga kerusakan semakin parah atau akses benar-benar terputus. Koordinasi antara Pemerintah Kabupaten OKI, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, pemerintah desa, serta instansi teknis terkait diharapkan dapat mempercepat proses penanganan.

Dengan langkah penanganan yang tepat dan sesuai hasil kajian teknis, ketiga jembatan di Desa Kali Deras, Desa Sido Basuki, dan Desa Mekar Wangi diharapkan dapat kembali berfungsi secara aman.

Pemulihan infrastruktur tersebut diharapkan dapat menjaga kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus memastikan akses pendidikan, pelayanan publik, distribusi kebutuhan, dan aktivitas perekonomian warga Kecamatan Mesuji tetap berjalan. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here