PENUKAL ABAB LEMATANG ILIR, BERITAANDALAS.COM – Menindaklanjuti laporan adanya warga yang meninggal dunia yang disebut akibat Demam Berdarah Dengue (DBD), Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melalui Puskesmas Talang Ubi langsung turun ke lapangan.
Petugas melakukan fogging di wilayah RT 04, Kelurahan Handayani Mulia, Kecamatan Talang Ubi, Kamis (27/8/2026), sebagai langkah pengendalian sekaligus pencegahan penyebaran DBD di lingkungan masyarakat.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kepala Puskesmas Talang Ubi Desi Leni SKM bersama tim. Selain melakukan pengasapan, petugas juga membagikan bubuk abate kepada masyarakat untuk membantu membasmi jentik nyamuk di tempat-tempat penampungan air.
Desi Leni mengatakan, langkah tersebut dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari Ketua RT 04, Habibi, terkait adanya warga yang meninggal dunia dan disebut akibat DBD.
“Karena ada laporan dari RT 04, Pak Habibi, bahwa ada masyarakat yang meninggal karena DBD, tim dari Puskesmas langsung turun ke lapangan untuk melihat kondisi di lapangan,” ujar Desi Leni.
Ia menjelaskan, pihak Puskesmas Talang Ubi sebelumnya telah mendatangi lokasi. Namun, pelaksanaan fogging belum dapat dilakukan karena keluarga korban masih dalam suasana berduka dan rumah duka masih ramai didatangi pelayat.
“Kemarin tidak mungkin kita lakukan fogging mengingat kondisi masih berduka dan banyak pelayat. Makanya hari ini kita melakukan fogging,” jelasnya.
Menurut Desi, fogging dilakukan untuk membunuh nyamuk dewasa, khususnya nyamuk yang berpotensi menjadi pembawa virus penyebab DBD.
Sementara itu, pemberian bubuk abate dilakukan sebagai upaya membasmi jentik nyamuk yang berkembang biak di tempat-tempat penampungan air. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu memutus siklus perkembangbiakan nyamuk.
“Fogging untuk membunuh nyamuk dewasa, terutama pembawa penyakit DBD. Kami juga membagikan abate untuk membasmi jentik nyamuk di tempat penampungan air sebelum tumbuh menjadi nyamuk dewasa,” terang Desi.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak hanya mengandalkan fogging dalam mencegah penyebaran DBD. Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara rutin merupakan langkah penting untuk memutus mata rantai perkembangbiakan nyamuk.
Sebelumnya, meninggalnya dua kakak beradik, Andika bin Antap Mustopa dan Hulya Elis binti Atap Mustopa, yang disebut meninggal akibat DBD, menyita perhatian masyarakat Kabupaten PALI. Kedua korban diketahui meninggal dunia dalam waktu yang berdekatan.
Dengan pelaksanaan fogging dan pembagian abate tersebut, Puskesmas Talang Ubi berharap potensi penyebaran DBD di wilayah tersebut dapat ditekan. Masyarakat juga diharapkan semakin meningkatkan kewaspadaan serta menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah munculnya kasus DBD. (HF)




































