BANYUASIN, BERITAANDALAS.COM – Dalam rangka memastikan kesiapan pengamanan arus mudik dan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Polres Banyuasin menggelar apel gelar pasukan Operasi Ketupat Musi 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (12/3/2026) sore, di Lapangan Polres Banyuasin sebagai tanda dimulainya operasi kepolisian terpusat untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
Apel dipimpin langsung oleh Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino SIK M.Si sebagai pimpinan apel. Sementara itu, komandan apel dipercayakan kepada Kanit Regident Sat Lantas Polres Banyuasin IPDA Nicholas Diva S.Tr.K. dan Perwira Apel dijabat Kasat Lantas Polres Banyuasin AKP Suwandi SH.
Kegiatan yang dimulai pukul 16.00 WIB tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Banyuasin. Turut hadir antara lain Dandim 0430 Banyuasin, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banyuasin, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, serta Kepala Cabang Jasa Raharja Banyuasin.
Selain itu, apel juga diikuti para pejabat utama Polres Banyuasin, para Kapolsek jajaran, perwira, serta anggota Polres Banyuasin yang mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh semangat.
Dalam apel tersebut disiapkan sebanyak 11 pleton pasukan gabungan. Personel tersebut terdiri dari 1 pleton Kodim 0430 Banyuasin, 1 pleton gabungan Kapolsek dan Perwira Pertama (Pama) Polres Banyuasin, 1 pleton staf gabungan Polres, serta personel dari Sat Samapta, Sat Lantas, Sat Intelkam, dan Sat Reskrim Polres Banyuasin.
Selain unsur Polri dan TNI, personel dari instansi pemerintah daerah dan organisasi masyarakat juga dilibatkan, diantaranya 1 pleton Sat Pol PP, 1 pleton Dinas Perhubungan, 1 pleton Dinas Kesehatan, serta 1 pleton Senkom Kabupaten Banyuasin.
Dalam amanatnya, Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino menegaskan bahwa apel gelar pasukan ini merupakan langkah penting untuk memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana sebelum pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2026.
“Apel gelar pasukan ini merupakan bentuk pengecekan kesiapan personel maupun sarana dan prasarana, sekaligus wujud komitmen serta sinergitas lintas sektor dalam menyukseskan Operasi Ketupat 2026. Tujuannya agar pelaksanaan mudik dan perayaan Idul Fitri dapat berjalan aman, nyaman, tertib, dan lancar,” ujar Kapolres.
Dia juga menerapkan inovasi pengawasan dengan membekali sejumlah personel yang bertugas menggunakan body camera (kamera tubuh). Selain itu, kendaraan dinas yang diterjunkan dalam operasi, khususnya mobil patroli, telah dilengkapi dash cam (kamera dasbor) untuk merekam situasi di lapangan saat pelaksanaan tugas. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, sekaligus memudahkan proses monitoring serta evaluasi kinerja personel selama operasi berlangsung.
Mengutip hasil survei Kementerian Perhubungan RI, Kapolres menyampaikan bahwa potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang. Jumlah tersebut mengalami penurunan sekitar 1,75 persen atau sekitar 2,5 juta orang dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 146,4 juta orang. Meski demikian, angka tersebut masih tergolong tinggi sehingga diperlukan kesiapsiagaan maksimal dari seluruh unsur pengamanan.
Untuk mendukung pengamanan secara nasional, Polri menyiapkan 2.746 pos yang terdiri dari 1.624 Pos Pengamanan (Pos Pam), 779 Pos Pelayanan (Pos Yan), serta 343 Pos Terpadu. Pos-pos tersebut akan berfungsi sebagai pusat informasi sekaligus pelayanan bagi para pemudik. Pengamanan juga akan difokuskan pada 185.607 objek vital, seperti masjid dan lokasi salat Idul Fitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, serta bandara.
Secara khusus, Operasi Ketupat Musi 2026 akan dilaksanakan selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan 161.243 personel gabungan di seluruh Indonesia.
Berdasarkan hasil rapat koordinasi lintas sektoral, puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 14–15 Maret 2026 dan 18–19 Maret 2026. Sementara puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 24–25 Maret 2026 serta 28–29 Maret 2026.
Rangkaian kegiatan apel berlangsung tertib, dimulai dari laporan perwira apel, pemeriksaan pasukan, hingga penyematan pita tanda operasi secara simbolis oleh Kapolres kepada perwakilan personel.
Pada kesempatan tersebut, Kapolres juga memeriksa langsung kesiapan body camera yang digunakan personel serta dash cam pada sejumlah kendaraan patroli guna memastikan seluruh perangkat berfungsi optimal selama operasi berlangsung.
Kegiatan kemudian ditutup dengan pembacaan doa dan laporan komandan apel sebagai tanda seluruh personel siap menjalankan tugas pengamanan. (Hera)


































