BANYUASIN, BERITAANDALAS.COM – Beredarnya pemberitaan mengenai penghentian kegiatan ‘timbang berat’ street boxing di kawasan Inti Coffee, Pangkalan Balai, Kamis (26/3/2026) malam, mendapat respons cepat dari Kepolisian Resor (Polres) Banyuasin.
Kapolres Banyuasin menegaskan bahwa langkah yang diambil personel Samapta bukanlah bentuk pelarangan terhadap kreativitas anak muda atau olahraga tinju. Sebaliknya, kehadiran aparat di lapangan merupakan upaya preventif untuk menyelamatkan nyawa serta mencegah potensi gangguan keamanan yang dapat membahayakan puluhan petarung maupun pengunjung yang hadir.
Penghentian kegiatan dilakukan setelah petugas mendeteksi adanya ambang gangguan berupa gesekan fisik antar petarung saat sesi face off di tengah kerumunan massa yang padat. Dalam perspektif kepolisian, kondisi tersebut dinilai berpotensi berkembang menjadi perkelahian massal atau crowd crush yang dapat menimbulkan korban jiwa apabila tidak segera dikendalikan.
“Kehadiran Polri semalam adalah untuk memastikan tidak ada korban. Kami melihat langsung situasi yang tidak terkendali di lokasi yang tidak memenuhi standar keselamatan untuk olahraga kontak fisik. Keselamatan jiwa adalah hukum tertinggi bagi kami,” ujar Kapolres Banyuasin dalam keterangannya, Jumat (27/3/2026).
Pihak kepolisian juga memastikan bahwa kegiatan street boxing tersebut digelar tanpa dilengkapi izin keramaian sebagaimana diatur dalam Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 7 Tahun 2023. Ketiadaan izin ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga berdampak pada tidak terpenuhinya standar keamanan, seperti ketiadaan tenaga medis, wasit berlisensi, serta manajemen pengendalian massa yang memadai.
“Olahraga kontak fisik seperti tinju memiliki risiko tinggi. Tanpa protokol yang tepat, potensi cedera serius bahkan kematian sangat besar. Kami tidak ingin bakat anak-anak Banyuasin terhenti akibat kelalaian prosedur,” tegasnya.
Ia menambahkan, pihaknya mendukung penuh kegiatan positif generasi muda selama dilaksanakan sesuai dengan aturan dan standar keselamatan.
“Kami ingin adik-adik kita bertanding dengan bangga di ring yang aman, bukan di arena berisiko. Semangat ‘Bumi Sedulang Setudung’ adalah kebersamaan dan saling menjaga. Polri hadir untuk memastikan tidak ada pemuda Banyuasin yang pulang dalam keadaan terluka akibat kelalaian prosedur,” ujar Kapolres Banyuasin. (Hera)


































