Beranda Nasional Jadi Simbol Nilai Luhur, Kementerian ATR/BPN Laksanakan Upacara Hari Lahir Pancasila

Jadi Simbol Nilai Luhur, Kementerian ATR/BPN Laksanakan Upacara Hari Lahir Pancasila

7
0
BERBAGI

JAKARTA, BERITAANDALAS.COM – Nilai-nilai Pancasila tidak cukup hanya diperingati setiap tahun, tetapi harus diwujudkan dalam setiap tindakan dan pelayanan kepada masyarakat. Semangat tersebut digaungkan dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang digelar di lapangan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Jakarta, Selasa (2/6/2026).

“Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah. Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial, memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan,” ujar Staf Khusus Menteri Bidang Pemberantasan Mafia Tanah, Yaved Duma Parembang, selaku inspektur upacara saat membacakan pidato Kepala BPIP, Yudian Wahyudi.

Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini diselenggarakan Kementerian ATR/BPN bekerja sama dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Dalam kegiatan tersebut, Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) dan Protokol, Shamy Ardian, bertugas sebagai perwira upacara.

Sementara itu, komandan upacara, pengibar bendera, pembaca teks Undang-Undang Dasar 1945, pembawa acara, serta pembaca doa berasal dari Kementerian PKP.

Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 mengusung tema ‘Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia’. Tema tersebut menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi landasan dalam mendorong terciptanya perdamaian dan keadilan di tingkat global.

Dalam pidato yang dibacakannya, Yaved Duma Parembang menegaskan bahwa Pancasila telah terbukti menjadi bintang penuntun bangsa di tengah berbagai tantangan zaman. Menurutnya, keberagaman yang dimiliki Indonesia dapat terus terjaga dalam bingkai kebangsaan berkat nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi. Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17 ribu pulau dan ratusan etnik dapat disatukan dalam ikatan kebangsaan,” kata Yaved Duma Parembang.

Upacara tersebut diikuti oleh para Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama, Pejabat Administrator, serta staf dari Kementerian ATR/BPN dan Kementerian PKP. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here