Beranda Musi Rawas Utara Banyak Pertanyaan Warga Lewat Messenger Facebook, Bupati Muratara Jawab Satu per Satu

Banyak Pertanyaan Warga Lewat Messenger Facebook, Bupati Muratara Jawab Satu per Satu

25
0
BERBAGI

MUSI RAWAS UTARA, BERITAANDALAS.COM – Bupati Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) H. Devi Suhartoni menanggapi berbagai pertanyaan masyarakat yang disampaikan melalui Messenger Facebook.

Pertanyaan tersebut mencakup sejumlah isu penting, diantaranya:

  • Apakah tenaga P3K dan pegawai paruh waktu akan dikurangi?
  • Apakah akan diterapkan sistem kerja dari rumah (work from home)? Jika ya, kapan dan bagaimana pelayanan kepada masyarakat?
  • Mengapa pembangunan dinilai masih minim, serta kapan realisasi pembangunan jalan, jembatan, dan ruang kelas?
  • Kapan gardu induk akan selesai?
  • Apakah akan ada penambahan tower di desa-desa?
  • Bagaimana kelanjutan program bus sekolah?

Menjawab hal tersebut, Bupati H. Devi Suhartoni memberikan penjelasan sebagai berikut:

1.Tidak Ada Pengurangan Tenaga
Tidak akan ada pengurangan tenaga P3K maupun pegawai paruh waktu. Namun, keduanya diminta untuk bekerja lebih serius, disiplin, dan bertanggung jawab. Jika terdapat banyak pelanggaran atau tingkat kehadiran rendah, maka akan diberikan sanksi sesuai aturan.

2.Evaluasi Work From Home dan Efisiensi Anggaran
Pemerintah daerah akan melakukan efisiensi anggaran, termasuk mempertimbangkan sistem kerja dari rumah (WFH) yang akan ditentukan lebih lanjut pada 6 April 2026.

Saat ini, anggaran untuk perawatan kendaraan dan pembelian bahan bakar (solar) di Muratara mencapai Rp6,2 miliar dan akan ditinjau ulang untuk penghematan. Namun, beberapa sektor seperti operasional mobil sampah di DLHP tidak dapat lagi dikurangi secara signifikan.

Akibat efisiensi sekitar 45 persen, saat ini anggaran pembelian solar untuk pengangkutan sampah diperkirakan hanya mencukupi hingga bulan Juli. Hal ini berpotensi menimbulkan penumpukan sampah.

Meski demikian, pelayanan publik dipastikan tetap berjalan normal, khususnya pada dinas yang berhubungan langsung dengan masyarakat.

3.Pembangunan Melambat Akibat Pengurangan APBD
Pembangunan di Kabupaten Muratara mengalami perlambatan akibat berkurangnya dana APBD dari pemerintah pusat. Kondisi ini tidak hanya terjadi di Muratara, tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia.

Beberapa proyek yang terdampak antara lain pembangunan jembatan gantung Desa Pauh–Ketapat, jembatan Lubuk Emas dan Kuto Tanjung, jembatan Sukamenang, serta jalan di Ulu Rawas, Nibung, dan jalur Rantau Telang–Tanjung Agung.

Namun, pemerintah daerah tetap berupaya mengalokasikan anggaran secara prioritas untuk kebutuhan yang paling mendesak.

4.Progres Gardu Induk
Pembangunan gardu induk ditargetkan selesai pada tahun 2026. Sebelumnya, proyek ini diperkirakan rampung pada Februari 2026, namun mengalami penyesuaian akibat efisiensi di internal PLN.

5.Penambahan Tower Telekomunikasi
Penambahan tower di desa-desa akan terus dilakukan. Namun, realisasinya menyesuaikan dengan kondisi efisiensi anggaran serta koordinasi dengan pihak penyedia layanan (provider).

6.Program Bus Sekolah Terdampak Efisiensi
Program bus sekolah juga terdampak efisiensi, terutama pada anggaran gaji sopir, bahan bakar, dan perawatan. Selain itu, pemerintah belum dapat melakukan pengadaan bus baru.

Meski demikian, pemerintah daerah akan mencari solusi agar layanan bus sekolah tetap berjalan dan para sopir tetap mendapatkan penghasilan.

Diakhir pernyataannya, Bupati menyampaikan komitmennya untuk terus turun ke lapangan.

“Saya akan keliling desa dan bertemu langsung dengan masyarakat untuk berdialog serta mempercepat pembangunan di Kabupaten Muratara,” pungkasnya. (Sin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here