OGAN ILIR, BERITAANDALAS.COM – Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sriwijaya (Unsri) memberikan pendampingan kepada para guru SMP Negeri 2 Indralaya Selatan.
Kegiatan ini mengusung tema “Pendampingan Model Pembelajaran RADEC (Read–Answer–Discuss–Explain–Create) Berbantuan Flipbook” sebagai langkah inovatif untuk membantu guru merancang proses pembelajaran yang kreatif, kolaboratif, dan sesuai dengan tuntutan kompetensi abad ke-21.
Kegiatan yang diketuai oleh Yuliana F.H M.Pd ini turut melibatkan dosen FKIP Unsri, yakni Dra. Siti Fatimah M.Si, Dr. Dwi Hasmidyani M.Si, Dewi Pratita M.Pd dan Beny Dwi Saputra M.Pd. Pendampingan dilaksanakan pada 17 Oktober 2025 dan diikuti oleh 30 guru dengan antusiasme tinggi.
Dalam sambutannya, Yuliana menegaskan pentingnya pemberdayaan guru di era digital agar proses pembelajaran dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan zaman.
“Kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif merupakan keterampilan utama yang harus dimiliki siswa abad ke-21. Karena itu, guru perlu terus berinovasi dalam mendesain pembelajaran yang mampu menumbuhkan keterampilan tersebut,” jelasnya.
Kegiatan dibuka oleh Koordinator Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP Unsri, yang menyampaikan apresiasi atas semangat para guru dalam mengembangkan diri. Kepala SMP Negeri 2 Indralaya Selatan juga menyambut baik kegiatan ini sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan di sekolah.
Sebelum sesi materi dimulai, peserta mengikuti pretest dalam bentuk games edukatif menggunakan aplikasi kuis interaktif Wayground untuk mengukur pemahaman awal mereka mengenai model pembelajaran RADEC berbantuan Flipbook.
Materi pendampingan difokuskan pada penerapan lima tahapan model RADEC, yakni Read (membaca), Answer (menjawab pertanyaan esensial), Discuss (diskusi kelompok), Explain (menjelaskan gagasan), dan Create (menciptakan produk atau proyek pembelajaran).
Para dosen juga memberikan contoh penerapan RADEC melalui media digital berbasis Heyzine Flipbook, yang dinilai mampu memperkaya pengalaman belajar siswa.
Salah satu peserta, Ibu Sri, mengungkapkan antusiasmenya setelah mengikuti kegiatan tersebut.
“Model RADEC ini baru pertama kali saya pelajari. Menurut saya, sangat relevan karena membiasakan siswa untuk membaca dan berpikir kritis. Pembelajaran menjadi lebih komunikatif dan berpusat pada siswa,” ujarnya.
Tim dosen berharap pendampingan ini dapat mendorong guru untuk menerapkan model RADEC berbantuan Flipbook di kelas sebagai alternatif pembelajaran inovatif yang mendukung penguatan keterampilan abad ke-21.
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dan didanai oleh Universitas Sriwijaya melalui Skema Pengabdian Berbasis Masyarakat Tahun Anggaran 2025, berdasarkan SK Rektor Nomor 0014/UN9/SK.LPPM.PM/2025.
Sebagai tindak lanjut, tim akan melaksanakan pendampingan lanjutan dan monitoring untuk memantau penerapan model pembelajaran RADEC di sekolah. Melalui kegiatan ini, Universitas Sriwijaya menegaskan komitmennya dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah guna memajukan mutu pendidikan di daerah. (*)



































