Beranda Ogan Kemering Ilir Jembatan Desa Pantai Rusak Berat Diterjang Banjir, Oprit Tergerus dan Material Hanyutan...

Jembatan Desa Pantai Rusak Berat Diterjang Banjir, Oprit Tergerus dan Material Hanyutan Menumpuk

26
0
BERBAGI

OGAN KOMERING ILIR, BERITAANDALAS.COM – Banjir yang terjadi pada Rabu (22/4/2026) menyebabkan kerusakan berat pada jembatan di Desa Pantai, Kecamatan Sirah Pulau (SP) Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Jembatan dengan panjang sekitar 101 meter tersebut terdampak derasnya arus banjir yang menyebabkan erosi pada bagian oprit, atau jalan pendekat menuju jembatan. Kerusakan pada bagian tersebut turut memengaruhi akses masyarakat menuju jembatan.

Kondisi di sekitar jembatan juga diperparah oleh tumpukan eceng gondok dan berbagai material hanyutan yang terbawa arus banjir. Material tersebut menumpuk di sekitar maupun di bawah badan jembatan sehingga menghambat kelancaran aliran air dan menambah beban lingkungan di sekitar konstruksi.

Oprit Tergerus, Akses Menuju Jembatan Terganggu

Berdasarkan keterangan Camat SP Padang, Kepala Desa Pantai, serta laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten OKI melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB), kondisi jembatan saat ini mengalami kerusakan berat dan membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Selain kondisi badan jembatan, kerusakan pada bagian oprit menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapatkan perhatian. Erosi akibat arus banjir menyebabkan bagian jalan pendekat mengalami kerusakan sehingga dapat mengganggu akses keluar-masuk masyarakat.

Penanganan terhadap kondisi tersebut diperlukan untuk memastikan keamanan akses sekaligus mencegah kerusakan semakin meluas. Pemeriksaan teknis juga diperlukan guna menentukan bentuk penanganan yang sesuai terhadap struktur jembatan maupun bagian jalan pendekat yang terdampak.

Infrastruktur Penting bagi Mobilitas Warga

Jembatan Desa Pantai memiliki peran penting sebagai salah satu akses penghubung bagi masyarakat Desa Pantai dan wilayah sekitarnya.

Kerusakan infrastruktur tersebut berpotensi berdampak terhadap berbagai aktivitas warga, mulai dari akses menuju fasilitas pendidikan, pelayanan masyarakat, distribusi kebutuhan sehari-hari, hingga kegiatan perekonomian.

Kecamatan SP Padang tercatat memiliki jumlah penduduk sekitar 46.390 jiwa berdasarkan data penduduk tahun 2024. Dengan jumlah tersebut, keberadaan infrastruktur penghubung yang aman dan dapat berfungsi dengan baik menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang mobilitas masyarakat.

Apabila kerusakan tidak segera mendapatkan penanganan, akses masyarakat dikhawatirkan semakin terbatas. Bahkan, apabila kondisi terus memburuk, tidak menutup kemungkinan aktivitas transportasi dan distribusi masyarakat dapat terganggu lebih luas.

Warga Harapkan Pemerintah Segera Bertindak

Hingga berita ini diturunkan, berdasarkan keterangan yang diterima dari pihak kecamatan, pemerintah desa, serta BPBD Kabupaten OKI melalui Pusdalops-PB, belum terdapat tindak lanjut penanganan terhadap kerusakan berat jembatan tersebut.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten OKI dapat segera memberikan perhatian dan melakukan koordinasi dengan instansi teknis terkait untuk memastikan kondisi jembatan serta bagian oprit yang mengalami erosi.

Selain penanganan di tingkat daerah, masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten OKI dapat memfasilitasi usulan perbaikan dan rehabilitasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan maupun Pemerintah Pusat sesuai kewenangan dan kebutuhan penanganan berdasarkan hasil kajian teknis.

Jangan Sampai Akses Warga Terputus

Penanganan jembatan Desa Pantai dinilai penting untuk mencegah dampak kerusakan meluas dan mengganggu aktivitas masyarakat dalam jangka waktu panjang.

Pemerintah diharapkan tidak hanya memperhatikan kerusakan pada badan jembatan, tetapi juga kondisi oprit atau jalan pendekat serta tumpukan material hanyutan yang berada di sekitar dan di bawah jembatan.

Pembersihan material yang menghambat aliran air, pengamanan lokasi, pemeriksaan struktur, serta penanganan bagian jalan yang tergerus dapat menjadi bagian dari langkah awal sesuai hasil pemeriksaan dan kewenangan instansi terkait.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten OKI bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan pemerintah pusat dapat melakukan koordinasi dan fasilitasi secara cepat agar infrastruktur yang terdampak bencana tersebut dapat segera ditangani.

Dengan penanganan yang tepat dan berdasarkan kajian teknis, jembatan Desa Pantai diharapkan dapat kembali berfungsi secara aman, sehingga akses masyarakat tetap terjaga dan aktivitas pendidikan, pelayanan publik, distribusi kebutuhan, serta perekonomian warga Kecamatan SP Padang tidak terganggu. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here