Beranda Ogan Kemering Ilir Jembatan Sungai Jeruju Rusak Berat Diterjang Banjir, Pondasi Tergerus Arus

Jembatan Sungai Jeruju Rusak Berat Diterjang Banjir, Pondasi Tergerus Arus

25
0
BERBAGI

OGAN KOMERING ILIR, BERITAANDALAS.COM – Banjir yang terjadi pada Rabu (22/4/2026) menyebabkan kerusakan berat pada jembatan di Desa Sungai Jeruju, Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Jembatan yang memiliki panjang sekitar 60 meter tersebut mengalami kerusakan setelah diterjang arus banjir. Derasnya aliran air menyebabkan tanah di sekitar bagian pondasi mengalami gerusan (scouring), sehingga kondisi tersebut berdampak terhadap kestabilan konstruksi jembatan.

Kerusakan ini menjadi perhatian karena jembatan merupakan salah satu infrastruktur penghubung yang digunakan masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Pondasi Tergerus, Kondisi Jembatan Perlu Penanganan

Berdasarkan keterangan Camat Cengal, Kepala Desa Sungai Jeruju, serta laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten OKI melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB), kondisi jembatan saat ini dikategorikan mengalami kerusakan berat dan membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Gerusan tanah di sekitar pondasi akibat derasnya arus banjir menjadi salah satu kondisi yang perlu mendapatkan perhatian dalam proses penanganan. Pemeriksaan teknis diperlukan untuk mengetahui tingkat kerusakan serta menentukan langkah perbaikan yang sesuai terhadap struktur jembatan.

Kerusakan tersebut juga berpotensi menghambat mobilitas masyarakat Desa Sungai Jeruju dan wilayah sekitarnya, terutama apabila kondisi jembatan terus mengalami penurunan dan tidak dapat digunakan secara optimal.

Akses Pendidikan dan Ekonomi Warga Terancam Terganggu

Jembatan tersebut memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas masyarakat, mulai dari akses pendidikan, pelayanan publik, distribusi kebutuhan sehari-hari, hingga kegiatan perekonomian warga.

Kecamatan Cengal tercatat memiliki jumlah penduduk sekitar 36.530 jiwa. Dengan jumlah penduduk tersebut, keberadaan infrastruktur penghubung yang aman dan layak menjadi bagian penting dalam mendukung mobilitas masyarakat.

Apabila kerusakan jembatan tidak segera mendapatkan penanganan, masyarakat dikhawatirkan akan menghadapi keterbatasan akses. Dalam kondisi terburuk, kerusakan yang semakin parah dapat menyebabkan akses transportasi terganggu atau bahkan terputus.

Warga Harapkan Pemerintah Segera Ambil Langkah

Hingga berita ini diturunkan, berdasarkan keterangan yang disampaikan pihak kecamatan, pemerintah desa, serta BPBD Kabupaten OKI melalui Pusdalops-PB, belum terdapat tindak lanjut penanganan terhadap kerusakan berat jembatan tersebut.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten OKI segera memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut, termasuk melakukan koordinasi dengan instansi teknis terkait dan memfasilitasi usulan penanganan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan maupun Pemerintah Pusat sesuai kewenangan dan kebutuhan teknis.

Penanganan awal dan pemeriksaan kondisi struktur jembatan dinilai penting untuk memastikan tingkat keamanan serta mencegah kerusakan berkembang lebih jauh.

Masyarakat juga berharap proses penanganan tidak berhenti pada pendataan pascabencana, tetapi dapat dilanjutkan dengan langkah konkret sesuai hasil kajian teknis di lapangan.

Jangan Sampai Akses Warga Terputus

Kerusakan jembatan di Desa Sungai Jeruju menjadi persoalan yang membutuhkan koordinasi lintas pemerintahan. Selain menyangkut kondisi infrastruktur, keberadaan jembatan berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat yang membutuhkan akses transportasi untuk pendidikan, pelayanan publik, distribusi kebutuhan pokok, maupun kegiatan ekonomi.

Pemerintah daerah bersama pemerintah provinsi dan pemerintah pusat diharapkan dapat mengambil langkah sesuai kewenangan masing-masing, termasuk melakukan kajian teknis terhadap kondisi pondasi dan struktur jembatan.

Dengan penanganan yang tepat dan terukur, akses masyarakat di Desa Sungai Jeruju dan wilayah sekitarnya diharapkan dapat kembali berfungsi secara aman, sehingga aktivitas warga tidak terganggu dalam jangka waktu yang panjang. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here