Beranda Musi Banyuasin Kabut Asap Kepung Muba, GEMPITA Pertanyakan Prioritas Pemerintah dan Nasib Warga

Kabut Asap Kepung Muba, GEMPITA Pertanyakan Prioritas Pemerintah dan Nasib Warga

8
0
BERBAGI

MUSI BANYUASIN, BERITAANDALAS.COM – Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dan mulai mengganggu aktivitas masyarakat. Di tengah keresahan warga akibat asap dan kebakaran lahan, pemerintah daerah didesak menunjukkan langkah nyata, baik dalam penanganan kebakaran maupun perlindungan terhadap masyarakat yang terdampak.

Mauzan selaku Ketua DPD Generasi Muda Peduli Tanah Air (GEMPITA) Muba angkat bicara terkait masalah tersebut.

“Pak Bupati, lihatlah kondisi masyarakat sekarang. Asap dan api merajalela yang sedang mengepung masyarakat Musi Banyuasin. Aktivitas terganggu, masyarakat resah. Kami ingin tahu, apa yang menjadi prioritas pemerintah daerah saat kondisi seperti ini? Bukan memprioritaskan urusan minyak semata,” ujarnya, Senin (21/9/2026).

Menurutnya, pemerintah daerah fokus hanya pada urusan illegal drilling dan refinery semata. Persoalan kebakaran lahan, asap, dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat juga membutuhkan tindakan yang cepat, terbuka, dan terukur.

“Kalau masyarakat petani kecil yang menggantungkan hidup dengan kebun dan lahan-lahan untuk menafkahi kehidupan sehari-hari habis dilalap si jago merah, mau makan apa?. Mengapa persoalan seperti ini Bupati hanya diam saja, hanya sibuk dengan prioritas masalah minyak?. Asap yang dirasakan banyak masyarakat tidak boleh diabaikan. Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin harus hadir dalam permasalahan ini dengan mendirikan posko-posko kesehatan dan memberikan bantuan secara langsung kepada mereka yang tertimpa musibah. Pemerintah juga harus hadir ketika rakyat sedang menghadapi kesulitan,” ungkap Mauzan.

Aktivitas minyak tradisional memang perlu ditangani sesuai aturan apabila ditemukan pelanggaran. Namun, pemerintah juga diharapkan tidak menutup mata terhadap kondisi ekonomi masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor tersebut.

“Pak Bupati, rakyat ini bukan minta hidup mewah. Rakyat hanya ingin makan dan menghidupi keluarga. Kalau mata pencaharian ditertibkan, apa solusi yang disiapkan pemerintah?. Jangan sampai rakyat kehilangan penghasilan, sementara mereka tidak tahu harus mencari nafkah dari mana,” lanjutnya.

Dia juga meminta pemerintah daerah menyampaikan kepada publik mengenai kondisi kebakaran lahan di Muba, mulai dari lokasi, luas lahan terdampak, langkah pemadaman, hingga upaya pencegahan agar kabut asap tidak terus meluas.

“Jangan sampai pemerintah terlihat begitu cepat ketika berhadapan dengan rakyat kecil, tetapi masyarakat harus menunggu ketika membutuhkan perlindungan dari asap dan kebakaran hutan, krisis air bersih, serta masalah kesehatan. Kini masyarakat menunggu langkah nyata Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin. Bukan sekadar pernyataan, tetapi tindakan yang benar-benar dirasakan masyarakat,” harap Mauzan. (Tarmizi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here