Beranda Banyuasin Kemarau Melanda Banyuasin, Warga Sungai Dua Gelar Shalat Istisqa Mohon Hujan

Kemarau Melanda Banyuasin, Warga Sungai Dua Gelar Shalat Istisqa Mohon Hujan

43
0
BERBAGI

BANYUASIN, BERITAANDALAS.COM – Kemarau dan cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Banyuasin membuat warga Desa Sungai Dua Kecamatan Rambutan memilih berikhtiar dengan menggelar Shalat Istisqa, Senin (31/8/2026).

Shalat memohon hujan tersebut digelar di halaman Kantor Desa Sungai Dua dan diikuti ratusan warga serta berbagai unsur, mulai dari Forkopimcam Rambutan, TNI-Polri, pemerintah desa, BKO Brimob Polda Sumsel, perusahaan, pelajar, santri hingga masyarakat setempat.

Kegiatan berlangsung sejak pukul 07.30 WIB hingga 09.00 WIB. Shalat Istisqa dimulai sekitar pukul 08.00 WIB dengan Imam Ketua KUA Kecamatan Rambutan H. Saibi S.Ag M.S.I. Sementara itu, Camat Rambutan Mursal Marsup S.H.I MH bertindak sebagai khatib.

Di tengah kondisi kemarau yang meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap ancaman kebakaran.

Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino SIK M.Si melalui Kasi Humas Polres Banyuasin mengatakan, Shalat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar dan doa bersama masyarakat di tengah kondisi kekeringan.

“Shalat Istisqa ini merupakan bentuk ikhtiar dan doa bersama di tengah kondisi kemarau. Kami berharap hujan segera turun sehingga dapat membantu masyarakat dan mengurangi risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” ujar Kasi Humas.

Menurutnya, persoalan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat. Peran masyarakat sangat penting, terutama dalam mencegah munculnya sumber api selama musim kemarau.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Dalam kondisi kemarau seperti sekarang, sekecil apa pun sumber api dapat berpotensi menimbulkan kebakaran. Pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Masyarakat pun diimbau tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, warga diminta segera melaporkannya kepada pihak berwenang.

Selain memanjatkan doa agar hujan segera turun, Shalat Istisqa tersebut juga menjadi momentum memperkuat sinergitas antara TNI-Polri, pemerintah, dunia usaha dan masyarakat dalam menghadapi dampak kemarau serta mengantisipasi ancaman karhutla. (Hera)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here