MUSI BANYUASIN, BERITAANDALAS.COM – Dugaan proyek asal-asalan kembali mencuat di lingkungan Dinas PU Perkim Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Proyek pembangunan drainase yang berlokasi di Desa Badar Jaya, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Muba ditemukan dalam kondisi memprihatinkan dan dinilai tidak dikerjakan sesuai standar teknis.
Temuan tersebut disampaikan Ketua LSM Gempita Muba Mauzan bersama Ketua Ormas Cakar Sriwijaya Muba Rizki Singgih, usai melakukan pengecekan di lapangan.
Drainase yang belum lama selesai dibangun tampak miring, retak, bahkan hampir roboh. Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa pengerjaan dilakukan tanpa pengawasan yang memadai dari dinas terkait.
Sementara itu, warga Badar Jaya mengaku kecewa dengan kualitas pekerjaan yang terlihat.
“Ini baru selesai saja sudah hampir roboh. Kalau pengerjaannya seperti ini, untuk apa dibuat?. Uang rakyat habis, hasilnya seperti tidak bernilai,” kata dia, Sabtu (6/12/2025).
Warga juga mengkhawatirkan dampaknya apabila terjadi hujan lebat.
“Kalau hujan deras bisa jebol. Yang kena banjir kami warga. Seharusnya pembangunan membuat nyaman, bukan tambah was-was,” tambahnya.
Warga lain berinisial R (29) mempertanyakan kualitas pekerjaan kontraktor.
“Kami lihat sendiri pengerjaannya seperti tidak ada pengawasan. Seolah hanya dikejar selesai, bukan kualitas. Memang begini kalau proyek pemerintah?. Harusnya diawasi ketat,” tegas dia.
Ketua LSM Gempita Muba, Mauzan menegaskan, bahwa temuan ini tidak boleh dianggap remeh.
“Kami melihat langsung kondisi di lapangan, seperti retak, miring, dan hampir roboh. Ini bukan sekadar kesalahan teknis, tapi indikasi pengerjaan sembarangan. Kami menduga proyek ini dikerjakan tanpa memperhatikan spesifikasi dan mutu,” katanya.
Ia juga menyoroti lemahnya pengawasan dari pihak Dinas PU Perkim.
“Kalau pengawasan dilakukan dengan benar, tidak mungkin kualitasnya seperti ini. Kami minta PU Perkim bertanggung jawab serta mengevaluasi kontraktor yang terlibat,” tambah dia lagi.
Mauzan menegaskan pihaknya siap menempuh jalur hukum. “Jika tidak ada perbaikan dan tindak lanjut, kami akan membawa temuan ini ke ranah hukum,” pungkasnya.
Ketua Cakar Sriwijaya Muba, Rizki Singgih, juga memberikan tanggapan tegas mengenai kondisi proyek tersebut.
“Ini proyek pemerintah menggunakan uang rakyat, tapi kualitasnya sangat memalukan. Hampir roboh sebelum digunakan. Kami menduga ada unsur kelalaian besar,” terang dia.
Rizki menegaskan pihaknya akan terus mengawal persoalan ini.
“Kalau dinas tidak turun tangan, kami yang akan turun. Jika perlu, kami siap melaporkan kontraktor dan pihak terkait,” katanya.
Ia mendesak pemerintah mengambil langkah cepat. “Dinas PU Perkim Muba jangan tutup mata. Turun ke lokasi, lakukan perbaikan, evaluasi kontraktor. Jangan tunggu sampai warga dirugikan,” ujarnya.
LSM Gempita Muba dan Ormas Cakar Sriwijaya Muba berencana menggelar aksi besar-besaran dalam waktu dekat. Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas PU Perkim Muba belum memberikan keterangan resmi. (Tarmizi)


































