MUSI BANYUASIN, BERITAANDALAS.COM – Sejumlah gabungan lembaga di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menyatakan akan menggelar aksi sebagai bentuk protes atas dugaan keterlibatan seorang oknum manajer PT Hindoli berinisial ‘N’ yang disebut-sebut menjadi aktor dalam kerusuhan yang sempat membuat warga resah.
Rencana aksi tersebut muncul setelah adanya berbagai laporan masyarakat terkait insiden keributan yang terjadi di sekitar wilayah operasional perusahaan, terkait persoalan fee lahan sumur minyak milik masyarakat. Peristiwa itu dinilai telah menimbulkan keresahan serta memicu ketegangan di tengah warga.
Mauzan alias Bonang, salah satu perwakilan lembaga di Muba mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Dugaan keterlibatan oknum manajer PT Hindoli berinisial ‘N’ ini tidak boleh dibiarkan tanpa adanya klarifikasi yang jelas. Kami menerima banyak laporan dan keluhan dari warga yang merasa tidak nyaman atas kejadian tersebut,” ujar Bonang yang juga Ketua Generasi Muda Peduli Tanah Air (GEMPITA) Muba, Rabu (11/3/2026).
Lebih lanjut, Bonang menyampaikan bahwa gabungan lembaga di Muba berencana menggelar aksi pada 12 Maret 2026. Dalam aksi tersebut, mereka meminta aparat penegak hukum untuk memeriksa oknum manajer tersebut secara transparan.
“Karena itu, kami berharap aparat penegak hukum dapat melakukan pemeriksaan secara terbuka agar persoalan ini menjadi jelas di tengah masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPD LAN Muba, Fitriandi mengatakan, dalam aksi nanti massa juga akan menyampaikan beberapa tuntutan. Diantaranya meminta pihak perusahaan memberikan penjelasan secara terbuka kepada publik serta melakukan evaluasi terhadap oknum manajer yang diduga menjadi pemicu kerusuhan.
“Kami meminta aparat penegak hukum untuk turun tangan melakukan penyelidikan secara objektif terhadap oknum manajer tersebut agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan. Tujuan kami bukan menciptakan kegaduhan, tetapi meminta kejelasan dan keadilan agar masyarakat Muba tidak terus-menerus diliputi rasa resah dan diadu domba,” ujar Fitriandi.
Gabungan lembaga tersebut juga mengimbau seluruh pihak agar tetap menjaga situasi tetap kondusif dan tidak mudah terprovokasi menjelang rencana aksi yang akan digelar dalam waktu dekat.
Sementara itu hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Hindoli belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan keterlibatan oknum manajer dalam peristiwa kerusuhan yang menjadi perhatian masyarakat di Musi Banyuasin tersebut. (Tarmuzi)


































