Beranda Ogan Kemering Ilir Video Gulma Hanyut ke Hilir Sungai Komering, Warga Resah dan Minta Penjelasan

Video Gulma Hanyut ke Hilir Sungai Komering, Warga Resah dan Minta Penjelasan

64
0
BERBAGI

OGAN KOMERING ILIR, BERITAANDALAS.COM – Sebuah informasi disampaikan warga Pedamaran Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) melalui dua video berdurasi 22 detik dan 42 detik pada Ahad (15/2/2026).

Dalam rekaman tersebut tampak gerombolan limbah timbunan atau gulma yang diduga berasal dari kawasan Lebak Air Itam dan mengalir ke Sungai Komering menuju arah hilir.

Aliran Sungai Komering sendiri melintasi sejumlah kecamatan di Kabupaten OKI, diantaranya Kecamatan Kayuagung dan SP Padang, sehingga kondisi ini memicu kekhawatiran warga yang bermukim di bantaran sungai.

Dalam video tersebut, terdengar suara warga mempertanyakan pihak yang bertanggung jawab atas kondisi itu.

“Inilah akibat permintaan masyarakat tidak memviralkan, meminta mengeluarkan timbun Air Itam. Ini giliran dikeluarkan, buktinya jadi tidak bisa menyalahkan CSR, demo minta keluarkan sarap-sarap ini, rumput-rumput ini, ini sudah dikeluarkan, siapa yang bertanggung jawab,” ucap suara dalam video tersebut.

Menanggapi hal itu, Kepala Desa Cinta Jaya, Budiman, membenarkan adanya gerombolan gulma yang mengalir di aliran Sungai Cinta Jaya menuju hilir Sungai Komering.

“Informasi dari video itu benar adanya, kejadiannya hari ini. Bukan hanya kali ini terjadi, bahkan tahun lalu juga terjadi. Ini bisa dibilang kejadian tahunan,” ujar Budiman.

Terkait dugaan adanya oknum pengemin yang sengaja membuang gulma ke sungai, Budiman menyebut informasi tersebut memang beredar di masyarakat. Namun, pihak pemerintah desa belum mengetahui secara pasti siapa pemilik lahan lebak yang dikelola.

“Info dari warga seperti itu, tapi kami belum mengetahui detail pemilik lahan lebak karena pengeminnya silih berganti jual-beli,” jelasnya.

Fenomena serupa juga pernah terjadi sebelumnya. Dari penelusuran, akun Facebook Sri Hidayati Guluk Ida pernah mengunggah video pada 20 Februari 2025 yang memperlihatkan sungai dipenuhi gulma.

“Entah sampai kapan begini, hidup dalam ketakutan, hanya Allah sebaik-baik penolong. Terima kasih Pak Kades sudah cepat tanggap. Mohon doanya semoga kami di pinggir sungai tetap baik-baik saja,” tulisnya dalam unggahan tersebut.

Camat Pedamaran, Yusnursal, mengaku baru menerima informasi tersebut dan langsung turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan di bantaran Sungai Komering.

“Saya sudah koordinasi dan melihat ke lapangan. Yang mengalir ke sungai itu kondisinya kecil-kecil, sudah dicacah. Sepertinya gulma ukuran kecil,” jelasnya.

Terkait dugaan unsur kesengajaan, Yusnursal meminta semua pihak tidak berspekulasi sebelum ada bukti yang jelas.

“Selagi tidak ada bukti atau foto yang kuat, kita tidak bisa menuduh apakah gerombolan gulma ini sengaja dibuang atau memang alami mengalir dari Lebak Air Itam ke Sungai Komering,” tandasnya. (Ludfi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here