MUSI RAWAS UTARA, BERITAANDALAS.COM – Sejumlah warga mengeluhkan pembangunan penahan tebing atau rekonstruksi bangunan pengaman sungai di Desa Lawang Agung, Kelurahan Muara Rupit, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Warga menilai pembangunan tersebut tidak menyesuaikan alur tebing sungai.
Salah seorang warga menuturkan bahwa pembangunan dam terkesan tidak mengikuti kontur tebing. Bahkan, dibeberapa titik terlihat tidak rapi dan rawan roboh, terutama di bagian belakang Langgar Al-Karimah.
“Dak ke nian muat dam ini, dak sesuai alur tebing. Keceng kelong cak liku sembilan. Padahal saya sering mancing di sini, sebelumnya tebingnya tidak seperti ini,” ujar seorang warga.
Menanggapi hal itu, pihak BPBD Kabupaten Muratara selaku instansi yang membidangi anggaran dan pengawasan proyek angkat bicara, Rabu (4/2/2026).
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek, Alek menjelaskan, bahwa saat ini pekerjaan masih dalam masa pemeliharaan selama enam bulan sejak serah terima.
“Di salah satu titik terdapat sheet pile yang mengalami pergeseran. Saat ini sedang ditangani oleh pihak kontraktor dan akan segera diperbaiki, bukan dibiarkan,” jelas Alek.
Ia menerangkan bahwa kondisi daya dukung tanah yang berbeda-beda di setiap titik membuat pihak pelaksana perlu melakukan penyesuaian posisi secara terbatas, guna memastikan fungsi struktur tetap optimal.
“Terkait viralnya kegiatan ini, kami dari dinas terkait akan segera memerintahkan pihak ketiga untuk melakukan perbaikan. Perlu diketahui, tidak ada pengurangan volume pekerjaan, tidak ada penurunan mutu material, dan seluruh spesifikasi teknis tetap sesuai kontrak,” tegasnya.
Selain itu, penyesuaian teknis di lapangan merupakan bagian dari metode pelaksanaan konstruksi yang lazim dan diperbolehkan, selama tidak mengubah spesifikasi teknis maupun nilai kontrak. (Sin)


































